Apa sih Dampak Coronavirus ke Perekonomian Indonesia?

Mar 24

Virus Corona (COVID-19) telah menggemparkan seluruh dunia. Virus yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini mempunyai gejala yang mirip dengan flu, dan obatnya belum ditemukan sampai sekarang. Di saat jumlah orang yang terinfeksi semakin meningkat, dan jumlah kematian pun melesat, semakin banyak orang yang menggotong makanan dan sembako dari swalayan terdekat dan mengunci diri di dalam rumah.


Baru minggu lalu, Indonesia mendapatkan pasien pertama yang terinfeksi virus Corona. Sebelumnya, Indonesia adalah salah satu negara yang belum terkena virus ini, dan hanya hitungan waktu saja sebelum virus ini sampai di pesisiran negeri kita. Di saat pertama Menteri Kesehatan mengumumkan adanya pasien yang teridentifikasi positif terjangkit virus Corona, banyak orang langsung berbondong-bondong ke swalayan terdekat dan membeli mie instan dan hand sanitizer. Selain itu, pasar modal juga langsung terguncang karena banyak orang yang mulai takut untuk berinvestasi, diikuti dengan harga minyak dunia yang menjadi tidak stabil. Kali ini, Valueq Indonesia ini membahas sedikit mengenai apa saja dampak virus ini ke perekonomian Indonesia, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.


1. Harga sembako dan barang dagangan naik


Pasti banyak pembaca yang sudah mengantisipasikan virus ini dan sudah menyetok sabun dan hand sanitizer di rumah, belum lagi menggotong beras dan sembako untuk disimpan berbulan-bulan. Di banyak toko e-commerce pun, harga masker dan hand sanitizer melonjak ke harga yang mencapai 50 bahkan 100 ribu rupiah per biji. Presiden RI Jokowi sudah menghimbau untuk tidak panik dalam membeli barang, karena kepanikan inilah yang membuat harga melonjak naik.


Apa sih Dampak Coronavirus ke Perekonomian Indonesia? gambar 1

Apa yang dibilang Jokowi memang benar. Di saat seperti ini, panik membeli barang tidaklah menguntungkan untuk semua orang. Barang seperti masker sangatlah penting untuk dokter, perawat, dan orang yang berada di garis depan yang merawat orang sakit yang terinfeksi virus. Membeli barang seperti beras, minyak, dan juga mie instan tidaklah membantu, karena dengan berkurangnya persediaan secara cepat, harga dari bahan-bahan pokok ini bisa melambung tinggi dan untuk masyarakat yang tidak mampu tidak akan bisa membeli sembako.


2. Barang yang diimpor dari Tiongkok menjadi tertunda atau terhalang 


Tiongkok memang dikenal sebagai pusat utama dari perdagangan dan industri.  Berkat biaya tenaga yang murah serta kemajuan teknologi yang jauh lebih pesat dari Indonesia, tidak heran jika banyak perusahaan raksasa membangun dan memfokuskan pabrik di negara ini. Seperti halnya Apple, yang memproduksi hampir semua produk mereka disini. 


Berkat adanya virus Corona, pemerintah Tiongkok telah mengetatkan pengerjaan perindustrian mulai dari bahan baku sampai dengan manufaktur mobil. Akibatnya, banyak pabrik-pabrik asal Tiongkok yang menutup produksinya sementara. Penutupan ini berarti persediaan barang-barang yang biasanya diproduksi dan didistribusikan secara massal tersebut akan mengalami penghentian.


Salah satu perusahaan yang terkena imbas adalah Under Armour, perusahaan yang berdiri di bidang pakaian dan sepatu olahraga. Representatif dari perusahaan ini mengatakan bahwa sedang ada kesulitan untuk menyetok bahan baju mereka dikarenakan pabrik baju mereka dipusatkan di Tiongkok, dan industri tekstil juga terdampak di sana. Virus corona juga tidak bisa membantu dalam rantai pasokan produksi mobil dunia, karena kebanyakan bahan baku mobil dipusatkan di Tiongkok.


Untungnya, produksi mobil dan manufaktur Indonesia tidak terkena imbas karena bahan baku yang digunakan tidak berasal dari negeri Tiongkok. Pasokan yang disiapkan pun memadai untuk ombak yang akan datang. Industri yang benar-benar kena imbas adalah farmasi dan obat, karena Indonesia masih bergantung pada Tiongkok dalam mengimpor dan memproduksi obat.

Apa sih Dampak Coronavirus ke Perekonomian Indonesia? gambar 2

Tetapi bahkan dari skala kecil pun, sudah dapat terlihat beberapa dampak langsungnya. Pasalnya, masih banyak usaha-usaha menengah yang bergantung pada barang dagangan yang diimpor dari berbagai tempat, baik dari baju-baju Thailand sampai ke mainan produksi Tiongkok. Dengan adanya penghentian produksi pabrik dan juga proses pengiriman yang terganggu sebagai langkah pencegahan penyebaran virus Corona yang lebih luas, maka usaha-usaha ini pun juga mendapatkan lebih sedikit supply barang yang secara langsung berdampak kepada kelangsungan usahanya. 


Dilansir dari berbagai laporan dari lembaga konsultan, dikabarkan bahwa pabrik-pabrik akan dapat melanjutkan produksi pada awal quarter kedua 2020 ketika penyebaran virus sudah mulai mereda. Semoga saja ini cepat terjadi dan dampak buruh ini tidak berlangsung lama. 


3. Industri pariwisata dan travel kena imbas


Banyak negara yang  sudah menghimbau untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak benar-benar perlu sekali. Jika perlu pun, sangat dihimbau untuk tidak bepergian ke negara yang sangat rawan virus Corona, terutama Tiongkok dan negara sekitarnya. Dan, tanpa larangan dari pemerintah pun, industri pariwisata dan travel anjlok. Harga pesawat yang ditawarkan ke banyak negara-negara asing turun drastis. Contohnya saja, penerbangan ke Korea Selatan hanyalah 900 ribu saja, dimana harga normal bisa mencapai jutaan. Tapi resiko pun harus ditanggung sendiri, karena Korea Selatan adalah salah satu negara yang beresiko tinggi karena virus. Banyak juga penerbangan yang akhirnya dibatalkan, baik itu penerbangan dari negara yang sudah memiliki pasien virus Corona ataupun belum.


Apa sih Dampak Coronavirus ke Perekonomian Indonesia? gambar 3

Hal ini tentunya berdampak langsung bagi Indonesia. Salah satu sektor yang paling dibanggakan Indonesia adalah sektor pariwisata, terutama di daerah-daerah seperti Bali dan Batam yang penuh dengan turis mancanegara. Semenjak penyebaran virus Corona ini mulai meluas, tampak bahwa penginapan-penginapan di daerah Bali mulai sepi pengunjung. Lokasi-lokasi favorit turis juga tidak sepadat biasanya. Tentunya hal ini berdampak langsung bagi pengusaha bisnis sekitar yang bergantung dari banyaknya turis yang mengunjungi daerah tersebut, dan juga pemerintah yang dapat memungut pajak dari sektor pariwisata.


Untuk penerbangan dalam negeri masih terlihat normal, tapi di ke depannya terdapat ekspektasi untuk turun jika virus masih terus menyebar ke pelosok Indonesia. 


4. Pertumbuhan ekonomi yang melambat


Baru beberapa minggu dari munculnya virus Corona, pasar modal dunia langsung terguncang, dan Indonesia pun bukan pengecualian. IHSG sempat terombang-ambing nasibnya selama beberapa saat belakang. Hal ini dikarenakan oleh ketidakpastian dan ketakutan investor mengenai apa yang akan dilakukan oleh berbagai pihak mengenai penanganan virus Corona ini. Tentunya, investasi bagi perusahaan-perusahaan dalam negeri merupakan sebuah indikator mengenai tingkat kesehatan ekonomi di negara tersebut.


Tidak hanya itu, dari penjelasan beberapa poin di atas, dapat dilihat juga bahwa penyebaran virus Corona akan secara langsung menyebabkan aktivitas ekonomi yang melesu, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Banyak pekerja yang terpaksa harus menghentikan pekerjaan mereka selama sementara, banyak bisnis yang harus merugi untuk sementara waktu, dan sebagai akibatnya, semakin rendah kemampuan masyarakat untuk mengeluarkan uang dan membeli barang atau jasa. Hal ini dapat berujung pada pertumbuhan ekonomi yang stagnan selama satu tahun ke depan. Apabila aktivitas ekonomi ini tetap melesu, maka dikhawatirkan akan menyebabkan inflasi yang meningkat pula.


Apa sih Dampak Coronavirus ke Perekonomian Indonesia? gambar 4


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi