Bojan Hodak dan Sergio Farias, Pelatih Debut di Shopee Liga 1 2020

Mei 08

Gelaran Shopee Liga 1 musim 2020 diwarnai dengan kehadiran banyak pelatih asing. Di antaranya, Bojan Hodak (PSM Makassar), Dejan Antonic (PSS Sleman), Dragan Djukanovic (PSIS), Edson Tavares (Borneo FC), Igor Kriushenko (Persikabo), Jacksen F Tiago (Persipura), Paul Munster (Bhayangkara FC), Mario Gomez (Arema FC), Robert Rene Albert (Persib), Sergio Farias (Persija), dan Stefano Cugurra (Bali United).  


Praktis, dari 18 klub yang berpartisipasi, hanya 7 klub yang mempercayakan timnya dilatih oleh pelatih lokal. Di antaranya, Barito Putera yang dilatih Djadjang Nurdjaman, Madura United yang dilatih Rahmat Darmawan, Persebaya Surabaya yang dilatih Aji Santoso, Persela Lamongan yang dilatih Nil Maizar, Persik Kediri yang dilatih Joko Susilo, Persiraja Banda Aceh yang dilatih Hendri Susilo, dan Persita Tangerang yang dilatih Widodo Cahyono Putro.

 

 

Menariknya, dari 11 pelatih asing, terdapat 2 nama baru pelatih asing yang meramaikan kompetisi sepak bola Indonesia, yaitu Bojan Hodak dan Sergio Farias. Meski pendatang baru, kedua merupakan pelatih berpengalaman dengan sederet prestasi mengagumkan. Berikut ini profil singkat Bojan Hodak dan Sergio Farias.


Bojan Hodak


Bojan Hodak dan Sergio Farias, Pelatih Debut di Shopee Liga 1 2020 gambar 1

DOK INSTAGRAM @PSM_MAKASSAR


Mengutip situs footballdatabase.eu, Bojan juga pernah merintis karier sebagai pemain sepak bola. Bojan tercatat pernah bermain di NK Vrapce, tim asal kota kelahirannya, Zagreb. Bojan bermain di klub tersebut pada 1990 hingga 1995. Pada musim 1995–1996, Bojan sempat bermain untuk klub Kroasia lainnya, Hrvatski sebelum hijrah ke Asia pada tahun 1997. Klub asal Singapura, Balestier, menjadi tempat persinggahan pertama Bojan yang semasa menjadi pemain berposisi sebagai pemain bertahan.


Pada 1999, Bojan pindah ke klub Singapura lainnya, Jurong. Tak lama kemudian, Bojan mencoba peruntungan dengan bermain di Hong Kong, bersama tim Buler Rangers pada musim 1999 – 2000. Kemudian, Bojan kembali ke Singapura dan mengakhiri kariernya bersama Jurong pada 2001.    


Karier kepelatihan Bojan terbangun di negara tetangga, Malaysia. Pada 2006, Bojan menangani UPB-MyTeam. Selama tiga musim menangani UPB-MyTeam, prestasi terbaik yang pernah diraih Bojan adalah membawa timnya finis di sebagai runner up Malaysia Premier League dan promosi Malaysia Super League pada 2007.


Pada 2010, Bojan melanjutkan karier kepelatihannya ke negara Asia Tenggara lainnya, Kamboja, bergabung bersama Phnom Penh Crown FC. Tak butuh lama, Bojan langsung memberikan prestasi bagi timnya, yaitu Cambodian League pada 2011.


Setelah itu, Bojan berkarier di Shandong Luneng (2011–2012) sebagai asisten pelatih. Ia lalu menangani Kelantan FA (2012–2013), Johor Darul Ta'zim (2014–2015), Penang FA (2016) sebagai CEO, dan Timnas Malaysia U-19 (2017–2019).

 

 

Pria kelahiran Zagreb, Kroasia, 4 Mei 1971 tersebut menuai prestasi fantastis ketika menjadi juru taktik Kelantan FA. Pada musim perdananya bersama Kelantan pada 2012, Bojan memanen banyak prestasi. Bojan membawa Kelantan meraih treble winners, yaitu Piala FA Malaysia, Liga Super Malaysia, dan Piala Malaysia. Di level Asia, Bojan mampu membawa Kelantan ke perempat final Piala AFC, sebelum disingkirkan tim kuat asal Irak, Arbil FC.

Di Johor Darul Ta’zim, prestasi Bojan juga tidak main-main. Ia membawa tim kuat di Malaysia tersebut meraih gelar Malaysia Super League pada 2014 dan Malaysia Charity Shield pada 2015.


Bojan juga sempat menjadi pelatih tim nasional Malaysia U-19. Pada 2017, Bojan membawa tim nasional U-19 lolos ke Piala AFC U-19. Setahun berselang, tim nasional Malaysia U-19 asuhan Bojan meraih prestasi manis, yaitu Piala AFF U-19 pada 2018.


Kini, pada 2020, Bojan menjajal kerasnya persaingan sepak bola Indonesia dengan bergabung bersama PSM Makassar. Hal ini bakal menjadi tantangan bagi karier kepelatihan Bojan karena ia menggantikan Darije Kalezic. Pelatih berkebangsaan Swiss yang membawa tim Juku Eja meraih gelar Piala Indonesia musim 2018–2019 dan melaju ke babak semifinal zona ASEAN Piala AFC musim 2019.


Sergio Farias

Bojan Hodak dan Sergio Farias, Pelatih Debut di Shopee Liga 1 2020 gambar 2

DOK INSTAGRAM @SERGIOFARIAS92


Pelatih kedua yang menjadi pendatang baru di kompetisi sepak bola Indonesia adalah Sergio Farias. Sebelum menjadi pelatih Persija Jakarta pada musim ini, Farias merupakan pelatih dengan portofolio mentereng dan prestasi istimewa.


Farias pertama kali melatih tim divisi ketiga Brasil, Sao Mateaus-ES, pada tahun 1993. Setelah menangani beberapa klub lokal, di antaranya Juventus dan Santos U-20, Farias dipilih menjadi pelatih timnas Brasil kelompok umur, baik Brasil U-20 dan Brasil U-17 pada 1998–1999. Bahkan, Farias pernah meraih gelar juara Campeonato Sul Americano 2000 bersama Brasil U-17.


Pada 2005, Farias memutuskan hijrah ke Asia. Pohang Steelers menjadi klub pertama yang ditanganinya pada periode 2005–2009. Selama sempat tahun, Farias berhasil mempersembahkan prestasi istimewa bagi timnya. Di antaranya, K-League pada 2007, Korean FA Cup pada 2008, K-League Cup pada 2009, dan gelar prestisius Liga Champions Asia pada 2009. Farias pun sempat memperoleh sebagai pelatih terbaik K-League pada 2007. Bahkan, Farias berhasil membawa Pohang Steelers berada di peringkat ketiga Piala Dunia Klub pada 2009 yang kala itu wakil Eropa, Barcelona, menjadi juaranya. 


Setelah mencapai kesuksesan di Korea, Farias pun pindah ke beberapa tim di Asia. Farias melatih Ahli (Arab Saudi) pada 2009–2010, Al Wasl (Uni Emirat Arab) pada 2010–2011, Guangzhou R&F (China) pada 2012–2013, Suphanburi (Thailand) pada 2014–2015, dan 2016–2017, Al Hilal (Uni Emirat Arab) pada 2017–2018, serta pada musim lalu menangani tim asal Mesir, Gaish SC.

 

 

Kini, Farias ditantang untuk mengembalikan performa tim Macan Kemayoran. Persija Jakarta pada musim lalu finis di urutan klasemen Shopee Liga 1 musim 2019. Farias diharapkan menjadi pelatih yang bertahan lama mengingat pada musim lalu, Persija beberapa bergonta-ganti juru taktik, seperti Ivan Kolev, Julio Banuelos, dan Edson Tavares. Kita nantikan…


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi