La Liga, Review dan Fakta Menarik Sementara sebelum Kompetisi Terhenti

Apr 16

Seperti diketahui, sejak 14 Maret 2020, Spanyol mengumumkan negaranya dalam status lockdown. Alhasil, kebijakan ini berimbas terhadap penghentian seluruh kompetisi olahraga, termasuk La Liga, kompetisi sepak bola tertinggi di Spanyol.


Namun, ada berita yang cukup menggembirakan, Sabtu kemarin, 11 April 2020, Negeri Matador mengalami jumlah korban meninggal dunia paling rendah dalam 19 hari. Hal ini diharapkan menjadi pertanda pandemi Covid-19 sudah melewati puncaknya di Spanyol. Meski lockdown resmi kemungkinan akan dilanjutkan sampai Mei, sejumlah pembatasan akan dicabut Senin, 13 April 2020.


La Liga, Review dan Fakta Menarik Sementara sebelum Kompetisi Terhenti gambar 1

DOK INSTAGRAM @REALSOCIEDAD


Bahkan, salah satu tim di La Liga, Real Sociedad mengumumkan bahwa timnya akan mulai berlatih. Hal ini tentunya dilakukan dengan pengawasan tim medis dan aturan pencegahan yang ketat. Kabar baik ini semoga menjadi pertanda kompetisi elite di Spanyol tersebut bisa segera dilanjutkan kembali. Menyegarkan kembali kecintaan Anda terhadap sepak bola Spanyol, berikut ini review dan fakta menarik seputar La Liga yang terhenti pada pekan ke-27.


Klasemen

Menilik klasemen sementara musim 2019–2020 hingga pekan ke-27, dua rival abadi di La Liga, Barcelona dan Real Madrid, masih memimpin klasemen. Blaugrana ada di pucuk klasemen dengan 58 poin dari 18 kemenangan, 4 seri, dan 5 kalah. Sementara itu, Los Blancos menguntit di posisi kedua dengan 16 kemenangan, 8 imbang, dan 3 kekalahan. Kedua tim menguasai dua posisi puncak klasemen akhir hampir setiap musim selama 5 tahun terakhir. Tercatat, hanya Atletico Madrid yang mengganggu dominasi kedua tim pada La Liga musim 2017–2018 dengan menempati posisi runner up.


Pada musim ini, kejutan dibuat oleh Real Sociedad yang di luar dugaan masuk ke posisi keempat. Tim yang bermarkas di Stadion Anoeta, San Sebastian, Basque, tersebut mengumpulkan 46 poin dari 14 kemenangan, 4 seri, dan 9 kekalahan. Martin Odegaard dan kawan-kawan hanya selisih 1 poin dari Sevilla yang menempati posisi ketiga. Sevilla untuk sementara mendapatkan 47 poin dari 13 kemenangan, 8 imbang, dan 6 kekalahan.

Sementara itu, di antara tim promosi La Liga musim ini, Granada CF menjadi tim dengan posisi yang lebih baik. Granada menempati posisi kesembilan dengan 38 poin dari 11 kemenangan, 5 seri, dan 11 kekalahan. Tim promosi lainnya, CA Osasuna menempati urutan ke-11 dengan 8 kemenangan, 10 seri, dan 9 kekalahan. RCD  Mallorca menjadi tim promosi dengan raihan yang kurang memuaskan. Takefusa Kubo dan kolega berada di zona degradasi, posisi ke-18 dengan 25 poin hasil dari 7 kemenangan, 4 seri, dan 16 kekalahan.


Gol

Hingga pekan ke-27, sudah tercipta 685 gol dengan rincian 245 gol kaki kanan, 162 gol kaki kiri, 108 gol sundulan, 87 gol penalti, dan 24 gol tendangan bebas. Barcelona menjadi tim paling subur sementara dengan 63 gol. Ada catatan menarik di balik jumlah gol yang dibukukan Blaugrana. Jika jumlah gol rata-rata di La Liga maupun tim-tim lain di La Liga, mayoritas diciptakan melalui kaki kanan, Barcelona memiliki catatan berbeda. Blaugrana mampu menciptakan lebih banyak gol melalui kaki kiri yaitu 25 gol berbanding 23 gol kaki kanan.


Sementara itu, CD Leganes menjadi tim dengan perolehan gol sementara yang paling sedikit, dengan raihan 21 gol. Anak asuh Javier Aguirre tersebut memiliki rincian gol, yaitu 6 gol kaki kanan, 6 gol kaki kiri, 2 gol sundulan, 1 gol penalti, dan 3 gol tendangan bebas.


Pemain

Wonderkid Barcelona Anssumane “Ansu” Fati membuat rekor sensasional musim ini. Ansu Fati mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang bermain di La Liga musim ini. Ansu Fati baru berusia 16 tahun, 9 bulan, dan 25 hari saat bermain di pertandingan Barcelona melawan Real Betis pada 25 Agustus 2019. Namun, Ansu Fati belum memecahkan rekor pemain termuda La Liga sepanjang masa yang dipegang Vicente Martinez pada musim 1941–1942 dengan usia 16 tahun, 9 bulan, dan 7 hari. Sensasi Ansu Fati tidak berhenti di situ. Seminggu setelah menjalani debut, pemain kelahiran Bissau, Guinnea-Bissau, 31 Oktober 2002, tersebut menjadi pencetak gol termuda La Liga musim ini saat membobol gawang CA Osasuna pada 31 Agustus 2019.


La Liga, Review dan Fakta Menarik Sementara sebelum Kompetisi Terhenti gambar 2

DOK INSTAGRAM @ANSUFATI 


Sementara itu, pemain tertua sementara La Liga dipegang oleh Aritz Aduriz. Penyerang Athletic Bilbao tersebut mencatatkan rekor tersebut ketika Bilbao bertandang ke Real Valladolid pada 8 Maret 2020.


Penjaga gawang asal Levante, Aitor Fernandez Abarisketa, untuk sementara memimpin daftar penyelamatan terbanyak dengan 126 kali. Sementara itu, gelandang Real Madrid asal Brasil, Carlos Henrique Casemiro, memimpin daftar sementara ball recovery terbanyak dengan 53 kali.


La Liga, Review dan Fakta Menarik Sementara sebelum Kompetisi Terhenti gambar 3

DOK INSTAGRAM @LEOMESSI


Penyerang andalan Barcelona Lionel Messi membuat rekor sementara yang lebih bombastis. Messi memimpin daftar 4 rekor sementara La Liga. Pertama, pemain berjuluk La Pulga tersebut memimpin sementara pencetak gol La Liga dengan 19 gol. Kedua, Messi untuk sementara membuat asis terbanyak La Liga dengan 12 umpan matang. Ketiga, Messi juga merupakan pencetak tembakan terbanyak ke gawang lawan dengan 55 kali. Keempat, Messi memimpin daftar drible tersukses sementara La Liga dengan 118.


Tidak hanya untuk urusan menyerang, Barcelona juga mendominasi untuk daftar pemain pengoleksi kartu terbanyak. Gerard Pique memimpin daftar sementara kolektor kartu kuning terbanyak. Sebenarnya, Pique tidak sendiri di daftar teratas tersebut. Suami dari penyanyi Shakira tersebut bersanding bersama bek Leganes Jonathan Silva, penyerang Granada Roberto Soldado, dan bek Getafe asal Uruguay Damian dengan koleksi 11 kartu kuning.


Tandem Pique di lini belakang Barcelona, Clement Nicolas Laurent Lenglet, memegang rekor sementara pemegang kartu merah terbanyak dengan 2 kartu merah. Menariknya, dua kartu merah tersebut diperoleh Clement dari akumulasi dua kartu kuning dalam 2 pertandingan. Pertama, saat Barcelona melawan Getafe pada pekan ke-7 La Liga, 28 September 2019. Kedua, ketika Barcelona melawan Real Betis pekan ke-23 La Liga, 9 Februari 2020. Lenglet juga tidak sendiri di daftar kolektor kartu merah terbanyak, bersama bek CA Osasuna Facundo Roncaglia dan bek Real Betis Zouhair Feddal Agharbi.


La Liga, Review dan Fakta Menarik Sementara sebelum Kompetisi Terhenti gambar 4

DOK INSTAGRAM @MATA_JAIME9


Penyerang Getafe Jaime Mata Arnaiz menjadi pemain terbanyak yang melakukan pelanggaran dengan 67 kali. Sementara itu, penyerang Atletico Madrid Alvaro Morata merupakan pemain yang paling banyak terjebak perangkat offside lawan terbanyak dengan 28 kali.


Semua catatan dan ulasan di atas masih bersifat sementara karena didasarkan 27 pekan La Liga 2019–2020. Semua masih bisa berubah andai kompetisi tertinggi di Spanyol tersebut kembali dilanjutkan.   

  

 

 

 

 

 


2 komentar

Post
Tidak ada komentar lagi