Pongoshare Affiliate Marketing Beneran Bisa Kasih Passive Income Tanpa Modal

Feb 18

Affiliate Marketing, beneran bisa passive income tanpa modal?

Di zaman modern dimana smartphone dan laptop sudah menjadi hal pokok sehari hari yang selalu kita butuhkan untuk beraktivitas baik untuk sekolah maupun bekerja, kita pastinya sudah tidak asing lagi jika kita harus menggunakan aplikasi/ website website. Nah, apakah kalian tahu, ketika di zaman pandemic ini, “passive income” merupakan suatu keyword yang sangat dicari banyak orang ketika browsing di google? Kenapa sih kira-kira?


Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan trend investasi yang sedang naik daun. Misalkan, reksadana, saham, obligasi, menjadi trend yang sangat luas karena berlomba-lomba dipromosikan oleh brand-brand aplikasi terbaru dan influencer sendiri sebagai user experience. Memang sebenarnya trend passive income ini sangat bisa dipercaya, namun kita butuh modal yang juga tidak murah. Ada juga aplikasi yang membiarkan penggunanya mengumpulkan koin setiap kali baca artikel, dan poin tersebut setelah diakumulasikan dengan jumlah yang sangat banyak, bisa ditukarkan dengan uang, namun butuh proses yang sangat panjang dan lama. Ada lagi program pengisi survey yang memiliki model mirip dengan system akumulasi namun berbelit belit. Akan tetapi, ada sebenarnya beberapa model lain yang masih underrated dan belum banyak dijelajahi orang lain di Indonesia. Padahal, metode ini sudah sukses di berbagai negara lain seperti di Eropa dan China.

Perbedaan Affiliate Marketing dan MLM

Metode yang dimaksud adalah affiliate marketing. Di Indonesia sendiri, affiliate marketing sering dialihkan dan disalahartikan sebagai MLM (Multilevel Marketing), padahal secara pengertian dan konsep, kedua hal ini sangat berbeda. Ketika kalian sebagai MLM harus melakukan diri sebagai Merchant (Penjual), Affiliate, dan Pembeli secara pribadi, affiliate marketing hanya memerlukan anda menjadi seseorang yang melakukan pemasaran. Jadi anda tidak perlu membeli atau menjual produk apapun. Keuntungan anda adalah anda akan mendapatkan komisi sebagai affiliator dan TIDAK memerlukan modal apapun untuk alih-alih menjadi member untuk mendapatkan komisi dari pihak penyelenggara MLM. Walaupun mungkin komisi yang ditawarkan tidak sebesar komisi yang ditawarkan MLM, tetapi itu semua tergantung dari berapa customer yang bisa kalian Tarik hingga mencapai transaksi yang sukses.

Contoh case MLM

Misalkan , kita anggap ada sebuah produk suplemen yang di pasarkan oleh sebuah brand MLM. Untuk menjadi member dari brand MLM tersebut dan bisa menghasilkan benefit seperti komisi, anda minimal harus membeli dahulu 1 set berisikan 10 kotak suplemen tersebut, dengan harga 1 kotak suplemennya bisa mencapai Rp 1.500.000. Dengan iming-iming komisi 50% setiap penjualan setelah menjadi member, anda harus minimal merogoh kocek dahulu dengan modal Rp 15 Juta rupiah, dan anda harus menjual sebanyak 20 pcs terlebih dahulu agar anda bisa balik modal. Apakah menjual 20 produk tersebut mudah? Tentu tidak. Banyak riset yang dibuat secara palsu dan sudah banyak influencer dari kalangan kesehatan yang mencoba menguak kepalsuan dari manfaat-manfaat yang ditawarkan produk-produk tersebut, sehingga sudah banyak juga orang yang sudah aware dan tidak lagi percaya terhadap produk-produk tersebut. Ini bisa menjadi pertimbangan anda ketika anda ingin melakukan metode MLM untuk passive income anda.


Sekarang mari kita bahas Affiliate Marketing. Untuk mendapatkan komisi dari sebuah affiliate marketing, pertama anda bisa mencari dahulu website/platform affiliate yang mudah kalian kenal dan mudah digunakan. Dalam hal ini, saya akan memakai salah satu website yang cukup mempunyai review bagus, yaitu Pongoshare Affiliate.


Contoh case Affiliate Marketing

Misalkan, teman anda sedang butuh jaket untuk naik gunung. Anda bisa membantu mencarikan link di platform Pongoshare “jaket gunung”, dan memberinya tracking link (jangan khawatir,teman anda belum tentu tahu kalau itu tracking link). Jika terjadi transaksi di situ, anda bisa mendapatkan komisi sekitar 10% (Rata-rata komisi produk afiliasi biasanya 1-10%). Jadi misalkan harga jaketnya Rp 300.000, kalian bisa mendapatkan komisi secara diam-diam sebesar Rp 30.000 dari transaksi tersebut.

Kecil? Pastinya, komisi afiliasi dari satu transaksi akan terlihat kecil. Beda dengan MLM yang kalian bisa mendapatkan komisi 50% dari harga produk (misalkan produk berharga sebesar Rp 1.500.000, komisi 1 transaksi bisa Rp 750.000). Tetapi kalian harus ingat, dari awal, kalian tidak perlu membeli atau mengeluarkan modal apapun jika kalian menggunakan affiliate marketing. Kalau mau hitung-hitungan, mungkin kalian hanya perlu gadget/laptop dan kuota internet saja untuk melakukan ini semua.


Tips Affiliate Marketing

Transaksi affiliate mungkin akan terasa kecil jika kalian tidak kreatif dalam mengembangkan ide ide kalian untuk membuat makin banyak orang yang membeli produk dari tracking link anda. Salah satu ide yang bisa kalian pertimbangkan adalah “Racuni Inner Circle anda”. Ide yang saya sarankan disini bukanlah maksudnya kalian memberi teman anda sianida ya. Tapi misalkan, teman anda baru mendapatkan gaji bulanan dan kebetulan hp nya sudah sering error. Kalian bisa lho, berikan tracking link lalu bilang bahwa ini hp lagi flash sale, murah. Jika terjadi transaksi disitu, kalian dapat komisi yang cukup lumayan.


Tips lain yang bisa menjadi ide kreatif adalah ketika di zaman ini, banyak sekali orang yang melakukan pekerjaan dari rumah, dan pastinya jika kantor atau sekolah memerlukan barang untuk dibeli, mereka melakukannya secara online, dan biasanya purchase produk itu akan memerlukan kuantitas yang banyak. Jika misalkan bosmu menyuruhmu membelikan souvenir untuk 1000 orang dan anda menggunakan tracking link, kebayang berapa komisi yang bisa didapatkan dari 1 transaksi? Tenang saja, bosmu tidak akan tahu tentang hal ini lho!

Jadi, disini ada beberapa kesimpulan yang bisa ditarik jika kalian menggunakan affiliate marketing, dengan contoh Pongoshare Affiliate:

Keuntungan

1.       Tanpa Modal sama sekali.

2.       Tidak ada batas jumlah komisi yang bisa kalian dapatkan.

3.       Bisa dapat “Cashback” jika kalian belanja sendiri dengan menggunakan tracking link.

4.       Dapat komisi secara instant tanpa perlu effort yang banyak.

Kekurangan

1.       Komisi yang tidak terlalu besar dari 1 transaksi produk.

2.       Banyak ide kreatif yang harus dikembangkan sendiri agar orang mau membeli dari tracking link anda.

 

 

 


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi