Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto

Mar 02

Muda, cantik, dan passionate dapat kita labelkan untuk Peggy Hartanto, desainer muda asal Indonesia. Peggy panggilan akrabnya lahir di Surabaya pada tanggal 19 April 1988. Peggy yang memiliki hobi di dunia fashion, sudah bertekad menjadi fashion designer level dunia sejak ia duduk dibangku Sekolah Menengah Atas.


Peggy merupakan lulusan Raffless College of Design dan Commerce di Sydney. Selama menjadi mahasiswi, wanita yang besar di Surabaya, Jawa Timur itu mengikuti beberapa kompetisi fashion di Australia.


Beberapa penghargaan berhasil diraihnya dari kompetisi tersebut. Misalnya saja Provost's Award for Creative Achievment (2008), menjadi juara kedua dalam bidang tenun di The Australian Wool Fashion Awards 2009 dan juara pertama Kinokuniya Digital Art Prize 2009. Selain itu dia juga dia berhasil lulus menjadi mahasiswi terbaik di bidang fashion design dari Raffles College of Design and Commerce pada 2009.


Tidak hanya selama berkuliah saja, setelah lulus kuliah pun Peggy tetap mengikuti kompetisi yang diadakan kampusnya untuk para alumni. Tiga alumni terbaik yang terpilih mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karya mereka di Rosemount Australian Fashion Week 2011. Di sana jugalah Peggy meluncurkan koleksi pertamanya.

 

 

Setelah lulus kuliah, Peggy memulai kariernya dengan bekerja pada desainer Australia, Collette Dinnigan. Ia bekerja dengan Collete Dinnigan selama 1,5 tahun. Peggy bekerja dibagian Production dan Quality Control.


Selama bekerja di Australia, Peggy memiliki banyak sekali pengalaman. Pengalaman-pengalaman tersebutlah yang membawa Peggy mendapat banyak penghargaan. Dengan berbekal pengalaman tersebutlah akhirnya Peggy kembali ke Indonesia sekitar tahun 2011. Saat ia kembali ke Indonesia, ia mulai merintis karirnya dengan membuat label sendiri, yaitu PEGGY HARTANTO.


Membuka label ready-to-wear adalah impian Peggy. Pada debut pertamanya di Jakarta Fashion Week 2013, Peggy mengeluarkan koleksi pakaian ready-to-wear.  Untuk koleksi produk pertamanya Spring/Summer 2013, Peggy mencari bahan di seluruh penjuru Surabaya. Ia lalu mulai menjahitnya sendiri. Proses perekrutan SDM secara intens ada setelah fashion show pertamanya. Itu juga sejalan dengan jumlah produksi yang meningkat.

Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto gambar 1



Sehari setelah pulang dari Jakarta, ketika di Surabaya, ia langsung membangun brandnya melalui media internet, yaitu melalui www.shoppeggyhartanto.com. Semua untuk mengakomodasi permintaan pesanan yang melonjak setelah fashion show. Tim nya pun langsung melakukan press release pada media dalam dan luar negeri untuk koleksinya. Semua dilakukan cepat, penuh perhitungan, dan strategis, tercermin dalam tempo waktunya.

 

Peggy memiliki pemikiran bahwa sebuah koleksi busana harus memiliki latar belakang cerita yang kuat. Tujuannya adalah agar seluruh karya yang diciptakan saling terhubung satu sama lain, dan bisa bersaing dengan koleksi dari negara lain.


Banyak sekali rancangan yang dibuat Peggy ini dipengaruhi oleh negara dimana ia menimba ilmu, yaitu Australia. Tidak melupakan tempat lahirnya, Peggy juga memasukan corak tradisional Indonesia kedalam karyanya.


Peggy menggambarkan busana rancangannya dengan tiga definisi, yaitu berani, elegan, dan minimalis. Garis desainnya dikenal dengan teknik cut-out yang inovatif dan potongan yang konstruktif. 

 

Rancangan hasil karya-karya milik Peggy sering kali ditampilkan dalam pameran-pameran fesyen dunia, seperti Inggris, Australia, Amerika, dam pusat mode dunia Prancis. Peggy pernah masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 Asia: The Arts, yakni daftar orang-orang berusia dibawah 30 yang memiliki pengaruh di bidang seni dari seluruh dunia.


Rancangannya Peggy yang cukup modern juga telah banyak digunakan oleh selebriti dunia seperti Anne Heche, Amanda Schull, Victoria Summer, Bella Thorne, Amanda Joy Michalka dan pembawa acara terkenal, Giuliana Rancic.


Karya Peggy yang digunakan selebriti dunia

1. Anther

Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto gambar 2

Karya Peggy yang dinamakan ‘Anther’ berasal dari koleksi UNSEEN spring/summer 2013 lalu. Dress unik ini memiliki potongan dada yang berbentuk tube dress dan detail backless dibelakangnya. Jika dilihat dengan detail, atasan gaun ini berpotongan sleveless namun dibuat dari tulle transparan, dengan resleting di bagian samping.

 

Dress ini dipakai oleh pembawa acara Presenter E! Channel, Giuliana Rancic. Dress unik ini diketahui harganya sekitar US$ 378 atau Rp 3,8 jutaan.

 


2. Carpel

Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto gambar 3

Giuliana yang menyukai karya Peggy, kembali mengenakan dress yang diciptakan Peggy. ‘Carpel’ merupakan koleksi UNSEEN spring/summer 2013. Dress pendek hitam ini memiliki potongan halter neck dan rok peplum berdetail transparan. Harga yang diberikan untuk gaun ini sekitar US$ 378 atau Rp 3,8 jutaan.

 


3.      Stigma

Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto gambar 4

Pemain film, Bella Thorne juga pernah mengenakan karya dari Peggy Hartanto. Peggy mengenakan ‘Stigma’ ke konser Beyonce. Diberi nama ‘Stigma’, Jumpsuit dengan detail halter neck ini hadir dalam dua warna, hitam dan putih dengan harga US$ 258 atau sekitar Rp 2,5 jutaan.

 


4. Corolla

Profil Desainer Indonesia: Peggy Hartanto gambar 5

Amanda Joy atau biasa dipanggil (AJ) mengenakan karya Peggy saat menghadiri premier film ‘Grown Ups 2’. AJ mengenakan ‘Corolla’, gaun putih minimalis yang merupakan paduan linen dan tulle sebagai detail cut-out di bagian samping. Terusan dengan detail rok mermaid itu dijual seharga US$ 258 atau Rp 2,5 jutaan di situs Peggy Hartanto.

 


Menurut Peggy, menjadi fashion designer membutuhkan tekad dan komitmen yang tinggi. Kita harus bekerja sangat keras dan tekun serta berkorban banyak waktu untuk memulai karir di bidang ini. Meski waktu dan tenaga banyak dikorbankan, tetapi saat melihat hasil karyanya tampil di runway rasanya terbayarkan.


Dengan karyanya yang luar biasa, Peggy yang memiliki usia muda pun berhasil membuat semua mata tertuju padanya.


1 komentar

Post
Tidak ada komentar lagi