Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti

Apr 30

Pemerintah Perancis melalui Presiden Emmanuel Macron berencana akan mencabut aturan lockdown akibat pandemi Covid-19 pada 11 Mei mendatang. Aturan yang diterapkan sejak 17 Maret 2020 tersebut akan dicabut berdasarkan laporan awal sejak dua pekan lalu jumlah korban cenderung mengalami penurunan. Meski pada Minggu, 26 April 2020, jumlah korban meninggal dunia sempat kembali meningkat jumlahnya, yaitu 242, menjadi total 22.856 jiwa, kabar pelonggaran aturan lockdown ini disambut gembira banyak warga Perancis.


Tak terkecuali, insan sepak bola di Perancis. Ligue 1 Conforama atau Liga Perancis diharapkan akan segera berjalan kembali. Sejumlah anggota dari Dewan Ligue de Football Professionnel (LFP) yang juga operator liga ikut mendukung ide untuk menggulirkan kembali kompetisi. Namun, semua tergantung pada keputusan negara.


Pada Senin, 11 Mei 2020 mendatang, para pemain Ligue 1 diharapkan akan kembali ke klubnya masing-masing. Mereka pun akan menjalani pemeriksaan kesehatan guna melanjutkan Ligue 1 pada Juni mendatang. Sembari menunggu kepastian kembali berjalannya Ligue 1, berikut ini, review dan fakta menarik seputar kompetisi tertinggi di Perancis musim 2019–2020 yang sudah berjalan selama 28 pekan.


Klasemen

Sang juara bertahan, Paris Saint-Germain masih memimpin klasemen sementara dengan 68 poin dari 27 pertandingan dengan 22 kali kemenangan, 2 hasil seri, dan 3 kekalahan. Hebatnya, Les Parisiens masih menyisakan 1 pertandingan tunda melawan Strasbourg dibandingkan tim-tim lain di Ligue 1. Neymar dan kawan-kawan berada dalam trek dalam perebutan trofi Liga Perancisnya yang ke-9 dan ke-7 secara berturut-turut andai kompetisi dilanjutkan. 


Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti gambar 1

DOK INSTAGRAM @OLYMPIQUEDEMARSEILLE


Di posisi runner up, ada rival klasik Paris Saint-Germain, Olympique Marseille dengan 56 poin dari 28 pertandingan dengan 16 kemenangan, 8 imbang, dan 4 kekalahan.Di urutan ketiga, ada kampiun Piala Perancis musim lalu, Stade Rennais. Anak asuh pelatih Julien Stephan mengumpulkan 50 poin dari 28 pertandingan dengan 15 kemenangan, 5 seri, dan 8 kekalahan. Satu setrip di bawahnya, Lille menguntit dengan beda 1 poin, yaitu 49 poin dari 15 kemenangan, 4 seri, dan 9 kekalahan.


Dua tim promosi, Stade Brest 29 dan FC Metz ada di urutan posisi ke-14 dan ke-15 dengan poin sama 34. Kedua tim juga mempunyai statistik yang sama, yaitu 8 kemenangan, 10 seri, dan 10 kekalahan. Hanya saja, Stade Brestois 29 unggul dalam defisit gol, yaitu -3.

Penampilan Metz tampaknya masih belum stabil ketika tampil di kompetisi utama di Perancis tersebut. Padahal, beberapa musim silam, Metz sempat menjadi tim yang diperhitungkan di kancah Ligue 1. Klub ini juga pernah mengorbitkan pemain-pemain terbaik, seperti Franck Ribery, Miralem Pjanic, Kalidou Koulibaly, hingga Sadio Mane.


Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti gambar 2

DOK INSTAGRAM @FCMETZ


Namun, dalam lima tahun terakhir, Metz justru naik-turun divisi. Bahkan pada musim 2012–2013, tim yang bermarkas di Stade Saint-Symphorien ini sempat bermain di divisi ketiga sepakbola Perancis. Pada musim 2019–2020, Metz kembali ke Ligue 1 dengan menjadi juara dengan torehan 81 poin.

 

 

Gol

Hingga pekan ke-28 Ligue 1 musim 2019–2020, tercipta 703 gol. Dari jumlah tersebut, 188 gol tercipta melalui kaki kanan, 71 gol kaki kiri, 60 sundulan, 64 penalti, dan 6 tendangan bebas.

Tim terproduktif sementara Ligue 1 musim 2019–2020 dipegang Paris Saint-Germain dengan jumlah gol sebanyak 75. Sementara itu, tim dengan pertahanan paling tangguh sementara Ligue 1 musim 2019–2020 diraih oleh Stade de Reims. Gawang Reims yang dijaga kiper asal Serbia, Predrag Rajkovic, baru 21 kali dibobol lawan.


Pertandingan dengan jumlah gol terbanyak dicetak saat Amiens menjamu Paris Saint-Germain pada 15 Februari 2020. Dalam pertandingan yang digelar di Stade de la Licorne tersebut, hujan gol berakhir dengan hasil imbang 4-4. Empat gol SC Amiens dicetak Sehrou Guirassy pada menit ke-5 dan 91, Gael Kakuta menit ke-29, dan Fousseni Diabate menit ke-40. Sementara itu, empat gol dari Paris Saint-Germain dicetak oleh Ander Herrera menit ke-45, Tanguy Nianzou Kouassi pada menit ke-60 dan 65, serta Mauro Icardi pada menit ke-74. Kouassi yang saat pertandingan berusia 17 tahun 253 hari menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk PSG di Liga Perancis, setelah Lionel Justier pada Maret 1976 melawan Nimes pada usia 17 tahun 212 hari.


Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti gambar 3

DOK INSTAGRAM @T.NIANZOU



Pemain

Gelandang serang milik Olympique Lyon Rayan Cherki menjadi pemain termuda sementara yang bermain di Ligue 1 musim 2019–2020. Pemain yang memiliki darah Aljazair tersebut baru berusia 16 tahun, 2 bulan, dan 2 hari ketika bermain di pertandingan Lyon melawan FCO Dijon pada 19 Oktober 2019.


Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti gambar 4

DOK INSTAGRAM @HILTON_OFFICIEL


Sementara itu, pemain tertua di kompetisi Ligue 1 musim ini untuk sementara dipegang oleh bek tengah asal tim Montpellier, Vitorino Hilton da Silva. Pemain kelahiran Brasilia, Brasil, 13 September 1977, berusia 42 tahun, 5 bulan, dan 24 hari ketika timnya kalah telak 0-5 ketika bertandang ke markas Stade Rennais, 8 Maret 2020.


Pencetak gol terbanyak Ligue 1 musim 2018–2020 untuk sementara dipegang oleh 2 striker. Penyerang asal Paris Saint-Germain Kylian Mbappe dan bomber AS Monaco yang ditransfer pada awal musim dari Sevilla FC, Wissam Ben Yedder, memimpin daftar top skor dengan 18 gol. Mbappe lebih efektif karena jumlah gol tersebut dicetak dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit dari Ben Yedder, yaitu 21 pertandingan.


Review dan Fakta Menarik Sementara Ligue 1 sebelum Kompetisi Terhenti gambar 5

DOK INSTAGRAM @ANGELDIMARIAJM


Gelandang serang Paris Saint-Germain asal Argentina Angel di Maria memimpin daftar pemberi asis terbanyak dengan 18 kali. Di bawahnya, ada penyerang AS Monaco berkebangsaan Aljazair, Islam Slimani dengan 8 asis.


Bek klub FC Nantes Nicolas Pallois untuk sementara memimpin kolektor kartu kuning terbanyak dengan 10 kartu kuning. Sementara itu, kolektor kartu merah terbanyak untuk sementara dipegang Alaixys Romao (Stade Reims), Steven Moreira (FC Toulouse), Ruben Aguilar (AS Monaco), Marcal (Olympique Lyon), dan Anthony Briancon (Nimes Olympique) dengan 2 kartu merah.


Semua catatan dan ulasan di atas masih bersifat sementara karena didasarkan 28 pekan Ligue 1 musim 2019–2020. Semua masih bisa berubah andai kompetisi tertinggi di Perancis tersebut kembali dilanjutkan.  

 

 


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi