Sejarah Batik Hingga Menjadi Motif Khas Indonesia

Apr 03

 

Batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah ada sejak abad ke-17 pada saat kerajaan Majapahit masih berkuasa di Indonesia. Nah, batik pertama kali dilukis di atas daun lontar dan pada papan rumah adat loh. Corak dan motif yang dihasilkan saat itu masih belum terlalu banyak variasi dan dominan memiliki corak tanaman dan binatang. Hal ini menarik perhatian kerajaan Majapahit saat itu, lalu pembuatan batik berkembang yang awalnya menggunakan daun kemudian menggunakan kain sebagai medianya.

 

Bahan yang digunakan saat itu adalah kain putih yang merupakan hasil tenunan sediri. Lalu dalam proses pembentukan corak dan gambarnya dihasilkan dari pewarna alami yang berasal dari tumbuhan. Meskipun sudah ada dari kerajaan Majapahit namun batik ini mulai menyebar sangat pesat di daerah Surakarta dan juga Jogjakarta, sehingga membuat perkembangan batik di daerah Mojokerto dan Tulung Agung dipengaruhi oleh budaya Solo dan juga Jogjakarta.

 

Kepopuleran kain batik ini di Indonesia semakin terdengar dan akhirnya menyebar keseluruh kerajaan di Indonesia. Kain batik pada saat itu hanya dibuat dan digunakan oleh orang-orang tertentu seperti keluarga kerajaan dan para bangsawan karena penggunaan batik ini sebagai salah satu cara untuk menunjukan kelas sosial tertentu.

 

Motifnya yang indah membuat masyarakat pun ingin menggunakan kain batik ini sebagai pakaian mereka. Akhirnya mereka membuat tiruannya sehingga saat itu membatik menjadi salah satu pekerjaan kaum wanita untuk mengisi waktu senggang mereka. Nah, perkembangan batik terus terjadi dari masa ke masa. Pembuatan batik yang semula memakan waktu yang sangat lama karena dilukis manual menggunakan canting, setelah perang dunia 1 berakhir muncul teknik baru yang mempermudah dan mempercepat proses pembuatan kain batik ini yaitu teknik cap.

 

Meluasnya penggunaan batik di Indonesia menciptakan motif-motif yang beragam karena pada setiap kerajaan dan daerah memiliki corak khasnya masing-masing. Beberapa daerah yang memiliki batik dengan corak khasnya antara lain:

 

1.       Batik Bali


Sejarah Batik Hingga Menjadi Motif Khas Indonesia gambar 1

Batik di kota Bali biasanya digunakan untuk kegiatan upacara adat atau pun ritual keagamaan. Biasanya kain ini digunakan untuk ikat pinggang atau ikat kepala. Batik di wilayah Bali biasanya menggunakan warna-warna yang cerah seperti ungu, kuning dan juga biru. Nah, corak yang menonjol pada batik di wilayah pulau dewata ini banyak yang terinspirasi dari bentuk-bentuk hewan seperti burung, rusa, bangau dan juga kura-kura. Nah, yang membuat batik bali yang asli ini unik adalah kainnya beraroma khas karena pewarna batik yang digunakan adalah kulit kayu.

 

2.       Batik Keraton

Nah, batik keraton dulunya hanya diproduksi dan dipakai oleh orang-orang yang ada di dalam keraton saja loh. Batik ini umumnya menggunakan warna-warna yang cenderung netral seperti coklat tua, coklat muda dan juga hitam. Corak yang dihasilkan juga memiliki arti tersendiri dan memiliki filsafah tertentu. Salah satunya adalah batik Larangan Keraton Jogjakarta atau yang biasa disebut juga Awisan Dalem.

 

Sejarah Batik Hingga Menjadi Motif Khas Indonesia gambar 2

Salah satu coraknya adalah corak parang yang memiliki pola garis diagonal yang khas. Nah, batik ini tidak sembarangan bisa kamu pakai karena berkaitan dengan aturan-aturan keraton loh. Salah satu aturannya adalah motif parang barong dengan ukuran lebih dari 10cm hanya digunakan oleh raja dan putra mahkota.

 

3.       Batik Mega Mendung


Sejarah Batik Hingga Menjadi Motif Khas Indonesia gambar 3

Batik ini merupakan batik khas wilayah Cirebon. Corak yang menonjol pada batik mega mendung ini merupakan awan besar dengan warna yang mencolok. Warna yang digunakan oleh batik ini biasanya adalah merah tua, hijau tua, biru dan juga ungu. Nah, motif batik ini memiliki makna yaitu kita sebagai manusia harus mampu merendam emosi dalam kondisi apa pun seperti halnya awan saat cuaca mencung yang menyejukan sekitarnya.

 

4.       Batik Lasem


Sejarah Batik Hingga Menjadi Motif Khas Indonesia gambar 4

Nah, batik ini berasal dari daerah Lasem yang terdapat di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Batik ini memiliki ciri khas warna merah pada batiknya yang disebabkan pengaruh budaya Tionghoa. Hal ini bermula dari ekspedisi Laksamana Cheng Ho ke daerah Lasem loh. Dahulu anak buah kapal yang bernama Bi Nang Un terpikat dengan ke indahan daerah Lasem dan memutuskan tinggal di Lasem bersama sang istri Na Li Ni yang akhirnya memperkenalkan batik Lasem ini. Na Li Ni saat itu membuat batik dengan corak bunga seruni, burung hong, mata uang, liong dan juga banji dengan warna merah yang merupakan ciri khas Tionghoa.

 

Batik memiliki refleksi keberagaman budaya di Indonesia maka dari itu pada tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO mengakui batik sebagai salah satu warisan dunia dari Indonesia karena sudah memenuhi kriteria, seperti kaya dengan simbol dan makna filosofi kehidupan rakyat Indonesia. UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and the Intangeble Heritage of Humanity.

 

Sejak saat itu kepopuleran batik semakin terdengar hingga mancanegara. Perkembangan batik pun semakin melesat seperti dari teknik pembuatan yang lebih cepat dan mudah dan juga berbagai macam motif dan design baju batik wanita dan pria yang kian beragam.

 

Kini kesan kuno yang melekat pada baju batik wanita dan pria sudah tidak lagi menjadi masalah karena saat ini tersedia beragam design baju batik wanita dan pria yang dapat kamu sesuaikan dengan fashion item kamu yang lainnya. Ditambah banyak dari selebriti tanah air maupun dunia seperti Syahrini dan Paris Hilton yang menggunakan baju batik wanita sebagai fashion item mereka.

  

  

  

 

 

 

 

 

 

 


1 komentar

Post
Tidak ada komentar lagi