Serie A Review dan Fakta Menarik Sebelum Kompetisi Terhenti

Apr 09

Wabah Covid-19 memaksa hampir semua agenda olahraga di seluruh dihentikan sementara. Tak terkecuali kompetisi sepak bola bergengsi di Italia, Serie A. Hal ini bahkan diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada 10 Maret 2020. Pemerintahan Italia mengambil langkah ini sebagai antisipasi semakin parahnya pandemik Covid-19 di Negeri Spageti tersebut mengingat Italia merupakan salah satu negara dengan tingkat penularan dan kematian tertinggi di dunia.


Meski terasa berat, keputusan ini diterima semua pemangku kepentingan sepak bola Italia, mulai dari federasi, klub, pemain, hingga suporter, demi alasan kemanusiaan. Kompetisi Serie A terpaksa terhenti pada ketika sudah memasuki pekan ke-26. Banyak cerita dan fakta menarik yang terjadi. Berikut ini, review dan beberapa fakta menarik sementara Serie A yang dipilihkan untuk Anda. 


Klasemen


Serie A Review dan Fakta Menarik Sebelum Kompetisi Terhenti gambar 1

DOK INSTAGRAM @ATALANTABC


Sang juara bertahan, Juventus, masih memimpin klasemen sementara dengan 63 poin, dari 26 pertandingan dengan 20 kemenangan, 3 seri, dan 3 kekalahan. I Bianconeri berada dalam trek terdepan untuk merebut scudetto ke-9 secara beruntun. Terakhir kali, hanya AC Milan yang mampu mengusik dominasi Juventus dengan meraih scudetto pada musim 2010-2011. Jika biasanya AS Roma dan Napoli yang menemani Juventus di papan atas, pada musim ini, Lazio menyodok di posisi runner up sementara. Le Aquile (Si Elang), julukan Lazio, mengumpulkan 62 poin dari 19 kemenangan, 5 imbang, dan 2 kekalahan. Atalanta meneruskan kembali kejutannya musim ini dengan menempati posisi keempat sementara. Tim asuhan Gian Piero  Gasperini mengumpulkan 46 poin dari 14 kemenangan, 6 seri, dan 5 kekalahan, tetapi masih menyimpan 1 pertandingan tunda. Atalanta terpaut 6 poin dari tim Biru Hitam lainnya yang menempati posisi ketiga, Inter Milan. Romelu Lukaku dan kawan-kawan mengumpulkan 54 poin dari 16 kemenangan, 6 seri, dan 3 kekalahan.


Sementara itu, tim-tim dengan tradisi juara harus terlempar dari empat besar. AS Roma di urutan ke-5, Napoli di urutan ke-6, dan AC Milan di urutan ke-7.   

 

 

Untuk tim-tim promosi, prestasi terbaik dibuat oleh Hellas Verona. Meski menjadi tim terakhir yang memastikan tiket promosi ke Serie A musim 2019 –2020, Verona mampu finis sementara di posisi ke-8 dengan 35 poin dari 9 kemenangan, 8 seri, dan 8 kekalahan. Sementara itu, dua tim promosi lainnya, Lecce dan Brescia, harus menghuni papan bawah klasemen di urutan ke-18 dan ke-20.


Gol


Serie A Review dan Fakta Menarik Sebelum Kompetisi Terhenti gambar 2

DOK INSTAGRAM @FRANCESCOACERBI


Hingga pekan ke-26, sudah tercipta 746 gol, dengan rincian 211 gol kaki kanan, 141 gol kaki kiri, 118 gol sundulan, 98 gol penalti, dan 18 gol tendangan bebas. Tim penuh kejutan musim ini, Atalanta Bergamasca Calcio memegang rekor sementara sebagai tim tersubur Serie A dengan 70 gol. Pada musim ini, tercatat setidaknya lima kali Atalanta menang dengan skor telak. Di antaranya menang atas Sassuolo 4-1, Udinese 7-1, AC Milan 5-0, AC Parma 5-0, dan Torino 7-0. Sementara itu, SPAL menjadi tim yang paling sedikit mencetak gol di kompetisi tertinggi Italia dengan hanya mencetak 20 gol. Pertahanan yang kokoh untuk sementara disandang runner up, Lazio dengan hanya kebobolan 23 gol. Berbanding terbalik dengan Lazio, gawang Lecce paling sering dijebol lawan dengan 56 gol. 


Pemain

Banyak fakta dan data menarik terkait pemain yang berlaga di kompetisi Serie A musim 2019–2020. Di antaranya, pemain Atalanta asal Pantai Gading, Amad Traore yang menjadi pemain termuda sementara Serie A musim ini. Traore baru berusia 17 tahun, 3 bulan, dan 16 hari saat Atalanta mengalahkan Udinese 7-1 pada 27 Oktober 2019. Sementara itu, gelar pemain tertua dipegang oleh kiper Juventus, Gianluigi Buffon, yang berusia 41 tahun, 10 bulan, dan 20 hari saat Si Nyonya Tua menghadapi Sampdoria pada 18 Desember 2019. 

Serie A Review dan Fakta Menarik Sebelum Kompetisi Terhenti gambar 3

DOK INSTAGRAM @GIGIODONNA99

 

 

Pemain muda AC Milan, Gianluigi Donnaruma, untuk sementara memimpin daftar kiper yang mampu menjaga gawang dari kebobolan sebanyak 9 pertandingan. Donnaruma bersama penjaga gawang Fiorentina asal Polandia, Bartlomiej Dragowski, menjadi kiper dengan rasio penyelamatan penalti tertinggi yaitu 40 persen, dengan 2 penyelamatan penalti.


Penyerang tim nasional Italia asal klub Lazio Ciro Immobile memimpin daftar pencetak gol terbanyak sementara musim 2019–2020 dengan 27 gol. Dari 27 gol tersebut, 10 dicetak melalui titik penalti dan 3 sundulan. Di bawahnya ada penyerang Juventus Cristiano Ronaldo dengan 21 gol dan bomber ganas Inter Milan asal Belgia, Romelu Lukaku, dengan 17 gol.  

Lazio tidak hanya mengirimkan Immobile sebagai pemuncak daftar pencetak gol terbanyak sementara, tetapi juga gelandang Luis Alberto sebagai pengirim asis terbanyak sementara musim 2019–2020 dengan 12 asis. 


Sassuolo dan Sampdoria membuat rekor unik, yaitu memiliki pemain terbanyak yang membuat gol bunuh diri dengan masing-masing mengirimkan 3 orang. Dari Sassuolo, ada Mehdi Bourabia, Pedro Obiang, dan Manuel Locatelli yang membuat gol bunuh diri. Sementara itu, dari Sampdoria, ada Morten Thorsby, Nicola Murru, dan kiper berdarah Indonesia Emil Audero. Untuk urusan kolektor kartu kuning, gelandang AC Milan asal Aljazair Ismael Bennacer menjadi yang teratas dengan 12 kartu kuning. 


Serie A Review dan Fakta Menarik Sebelum Kompetisi Terhenti gambar 4

DOK INSTAGRAM @CRISTIANO

DO

Catatan menarik dibuat oleh dua pemain Juventus musim ini, yaitu Gianluigi Buffon dan Cristiano Ronaldo. Buffon menyamai rekor yang dibuat legenda AC Milan, Paolo Maldini, yaitu pemegang penampilan terbanyak di Serie A dengan 648 pertandingan yang dibuat di dua klub, yaitu Parma dan Juventus. Pesaing terdekat Buffon yang masih aktif bermain adalah kiper Inter Milan Samir Handanovic (465 pertandingan) serta penyerang gaek milik Sampdoria Fabio Quagriella (460 pertandingan).  Sementara itu, Ronaldo juga menyamai rekor yang diciptakan Gabriel Batistuta pada musim 1994-1995 dan Quagriella pada musim 2018–2019, yaitu menciptakan gol pada 11 pertandingan beruntun. 


Semua catatan dan ulasan di atas masih bersifat sementara karena didasarkan 26 pekan Serie A 2019–2020. Semua masih bisa berubah andai kompetisi tertinggi di Italia tersebut kembali dilanjutkan.  

 

 


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi