Shopee Liga 1 2020, Pelatih Asal Eropa Timur Favorit Klub

Apr 07

Meski kerap dianggap lebih mirip dengan Amerika Latin, nyatanya sepak bola Indonesia kini lebih dekat dengan Eropa, khususnya Eropa Timur. Sudah tak terhitung lagi pelatih asal Eropa yang mencoba peruntungan di kompetisi sepak bola Indonesia. Bahkan, kursi pelatih Indonesia selama beberapa tahun belakang kerap dihiasi nama-nama dari Benua Biru. Hanya pada tahun ini, organisasi induk sepak bola Indonesia, PSSI, memilih pelatih bereputasi dunia asal Korea Selatan, Shin Tae Yong untuk menangani pelatih tim nasional Garuda.


Pada gelaran Shopee Liga 1 musim 2020, dari 18 klub yang berpartisipasi, hanya 7 klub yang mempercayakan timnya dilatih oleh pelatih lokal. Di antaranya, Barito Putera yang dilatih Djadjang Nurdjaman, Madura United yang dilatih Rahmat Darmawan, Persebaya Surabaya yang dilatih Aji Santoso, Persela Lamongan yang dilatih Nil Maizar, Persik Kediri yang dilatih Joko Susilo, Persiraja Banda Aceh yang dilatih Hendri Susilo, dan Persita Tangerang yang dilatih Widodo Cahyono Putro.


Sebanyak 11 nama lainnya merupakan pelatih impor. Di antaranya, Bojan Hodak (PSM Makassar), Dejan Antonic (PSS Sleman), Dragan Djukanovic (PSIS), Edson Tavares (Borneo FC), Igor Kriushenko (Persikabo), Jacksen F Tiago (Persipura), Paul Munster (Bhayangkara FC), Mario Gómez (Arema FC), Robert Rene Albert (Persib), Sergio Farias (Persija), dan Stefano Cugurra (Bali United). 


Menariknya, dari 11 pelatih tersebut, juru taktik asal Eropa, terutama dari Eropa bagian timur menjadi favorit klub-klub Shopee Liga 1. Sebut saja Bojan Hodak (Kroasia), Dejan Antonic (Serbia), Dragan Djukanovic (Montenegro), dan Igor Kriushenko (Belarusia). Jika menilik sejarah sepak bola Indonesia, pelatih asal Eropa bagian timur memang menjadi kesukaan klub-klub di Indonesia bahkan tim nasional. Salah satu sosok asal Eropa Timur yang melegenda di sepak bola Indonesia adalah Antun “Toni” Pogacnik. Pelatih yang dulu berkebangsaan Yugoslavia tersebut pernah membawa tim nasional Indonesia meraih prestasi gemilang dan sempat dijuluki Macan Asia. Di antaranya, mampu menembus semifinal Asian Games 1954 di Manila, pernah menahan imbang tim kuat Yugoslavia pada Olimpiade 1956 di Melbourne, dan meraih medali perunggu di Asian Games 1958 di Tokyo. Kesuksesan tersebut yang coba ditularkan kepada klub-klub Shopee Liga 1 musim 2020 dengan mempercayakan pelatih asal Eropa bagian timur di tim mereka. Berikut ini profil singkat pelatih asal Eropa Timur yang berlaga di Shopee Liga 1 musim 2020. 


Bojan Hodak


Shopee Liga 1 2020, Pelatih Asal Eropa Timur Favorit Klub gambar 1

DOK INSTAGRAM @PSM_MAKASSAR


Meski merupakan pendatang baru di sepak bola Indonesia, Bojan Hodak bukan merupakan pelatih sembarang. Reputasi dan prestasi Bojan lebih dulu terbangun di negara tetangga, Malaysia. 


Pelatih kelahiran Zagreb, Kroasia, 4 Mei 1971 tersebut mulai menuai prestasi ketika menjadi juru taktik Kelantan FA. Pada musim perdananya bersama Kelantan pada 2012, Bojan memanen banyak prestasi. Bojan membawa Kelantan meraih treble winners, yaitu Piala FA Malaysia, Liga Super Malaysia, dan Piala Malaysia. Di level Asia, Bojan mampu membawa Kelantan ke perempat final Piala AFC, sebelum disingkirkan tim kuat asal Irak, Arbil FC. 


Bojan juga sempat menjadi pelatih tim nasional Malaysia U-19. Pada 2017, Bojan membawa tim nasional U-19 lolos ke Piala AFC U-19. Setahun berselang, tim nasional Malaysia U-19 asuhan Bojan meraih prestasi manis, yaitu Piala AFF U-19 pada 2018. 


Dejan Antonic


Shopee Liga 1 2020, Pelatih Asal Eropa Timur Favorit Klub gambar 2

DOK INSTAGRAM @DEJAN.ANTONIC


Di antara empat pelatih asal Eropa Timur, Dejan Antonic merupakan sosok yang paling dikenal oleh publik sepak bola Indonesia. Hal ini karena Dejan karena pernah menjalani karier sebagai pemain di Liga Indonesia. Datang dengan predikat pemain asing top pada 1995, Dejan langsung dielu-elukan oleh pendukung fanatik Persebaya Surabaya, klub pertamanya di Indonesia. Maklum saja, Dejan merupakan salah satu alumni generasi emas Yugoslavia yang menjadi juara Piala Dunia U-20 bersama pemain top lainnya seperti Davor Suker, Pregdag Mijatovic, Robert Prosinecki, dan Zvonimir Boban. Selain Persebaya, Dejan juga pernah memperkuat Persita Tangerang dan Persema Malang. 

 

 

Indonesia tidak bisa dilepaskan dari diri Dejan ketika memutuskan menjadi pelatih. Dejan tercatat pernah menjadi pelatih Pro Duta, Pelita Bandung Raya, Persib Bandung, Borneo FC, dan Madura United. Dan, kini, pada musim 2020, Dejan dipercaya menjadi pelatih PSS Sleman menggantikan Eduardo Perez, jelang kompetisi bergulir. 


Dragan Djukanovic


Shopee Liga 1 2020, Pelatih Asal Eropa Timur Favorit Klub gambar 3

DOK INSTAGRAM @PSISFCOFFICIAL


Nama ketiga asal Eropa Timur yang menjadi pelatih tim Shopee Liga 1 adalah Dragan Djukanovic. Dragan juga bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Sebelum menjadi pelatih PSIS Semarang musim ini, Dragan pernah menjadi juru taktik klub asal Samarinda, Borneo FC pada musim 2016–2017.

  

Dragan yang pernah menjadi pelatih Branislav Ivanovic dan Aleksandar Kolarov sebenarnya sudah menjadi bagian dari Laskar Mahesa Jenar sejak musim lalu. Namun, saat itu, Dragan ditunjuk menjadi direktur teknik. Menjelang Shopee Liga 1 musim 2020, PSIS mengganti pelatih yang sebelumnya dijabat oleh Bambang Nurdiansyah ke tangan Dragan. Kini, Dragan siap mengembalikan pamor klub kebanggaan Kota Semarang ke jajaran elite kompetisi sepak bola Indonesia.   


Igor Kriushenko


Shopee Liga 1 2020, Pelatih Asal Eropa Timur Favorit Klub gambar 4

DOK INSTAGRAM @OFFICIALPERSIKABO


Nama keempat asal Eropa Timur yang melatih klub Shopee Liga 1 musim 2020 adalah Igor Kriushenko. Igor datang ke Indonesia pada musim lalu dan menangani PS Tira Persikabo. Namun, saat itu, Igor datang ketika PS Tira Persikabo dalam keadaan kurang bagus.  PS Tira Persikabo gagal meraih kemenangan dalam 16 laga. Padahal, pada awal musim, PS Tira Persikabo sempat bersaing di papan atas. Sontak, hasil negatif ini memaksa pelatih Rahmad Darmawan lengser dari kursi kepelatihan dan digantikan oleh Igor. 

 

 

Pada pertandingan perdananya membesut PS Tira Persikabo, Igor langsung memberikan kemenangan. Selain menghilangkan dahaga kemenangan, Igor juga memberi kekalahan perdana Bali United di kandang yang akhirnya menjadi juara musim lalu pada pertandingan yang digelar pada Kamis, 12 Desember 2019. Tangan dingin Igor perlahan bisa menyelamatkan tim pada musim lalu dan kini dipercaya kembali menangani PS Tira Persikabo untuk menghadapi Shopee Liga 1 musim 2020. 


Semoga kehadiran para pelatih asal Eropa Timur ini bisa memberikan prestasi bagi klub-klub yang dilatihnya. Muara prestasi sepak bola Indonesia juga diharapkan kembali naik dengan adanya pelatih-pelatih berkualitas Eropa Timur. 

Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi