Testimoni dan Review Pengguna Pongoshare

Feb 18

Halo semuanya, 

Disini aku pengen jelasin sedikit gimana latar belakang aku bisa tiba terjun ke dunia affiliate. Akan cukup panjang dan kalian bisa tahu pengalaman ku kenapa akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan Pongoshare. Selamat membaca!

Awal mula kenapa tertarik sama Pongoshare 

Jadi, waktu masa pandemic ini mulai, aku yang baru aja kelar kuliah dan lulus, belum sempat mendapatkan kerjaan karena belum ada perusahaan satupun yang menerima aku, jadi aku mulai cari-cari informasi tentang yang namanya passive income. Lalu , aku melihat banyak sekali peluang, dan yang paling aku sering temukan di medsos aku adalah MLM. MLM itu adalah multilevel marketing, dimana kita bertindak sebagai penjual, pembeli, dan pemasarannya sendiri. Banyak sekali teman-temanku di medsos yang melakukan MLM, dan jujur aku benci banget sama system ini. Banyak temanku yang mengundangku untuk makan dan ketemuan ngomongin bisnis di kafe, yang ujung ujungnya malah nawarin aku MLM. Kenapa sih kira-kira aku bisa sebenci ini sama MLM?

Perbedaan MLM & Pongoshare affiliate 

Jadi, MLM itu, ga gratis guys. Kalian harus membeli produk terlebih dahulu dengan harga yang cukup mahal dan kadang bisa dibilang “tidak masuk akal” dengan riset kualitas yang direkayasa dan dihiperbola. Misalkan, ada produk madu yang dijual dengan harga jutaan, dan untuk menjadi member MLM, kalian harus membelinya lebih dari selusin dengan cost belasan juta rupiah. Padahal , aku sebagai seorang mahasiswa yang baru saja lulus, tidak punya uang sebesar itu. Dan dengan produknya yang cukup terbilang “sulit terjual”, akan susah bagi aku untuk mendapatkan modal awal aku kembali.

Oleh karena itu, dengan mentah aku menolak ide MLM, apapun itu. Nah, ketika aku riset tentang MLM, disini aku baru mulai ga asing dengan yang namanya affiliate marketing. Jadi, affiliate marketing itu adalah teknik pemasaran yang akan membuat kita mendapatkan komisi dari transaksi sebuah barang secara online. Nah, setelah riset lebih banyak tentang affiliate marketing, aku akhirnya nemuin suatu platform affiliate baru yang cukup mudah digunakan dan pendaftarannya ga ribet sama sekali, yaitu Pongoshare Affiliate.

 Hal hal dari Pongoshare yang aku sukai

Jadi, yang paling aku suka dari Pongoshare affiliate itu gampang banget joinnya. Cuma tinggal sign up yang formnya hanya meminta nama, email, dan password, lalu kalian bisa langsung menggunakan platformnya. Banyak sekali platform affiliate yang terkenal di luar sana, namun percayalah, pendaftarannya ribet setengah mampus setengah hidup. Ada yang bahkan minta form pajak lah , foto identitas dll, dan yang satu ini platformnya hanya meminta email. Jadi aku juga ga takut kalau sampai sampai website ini “menjual” dataku.

Testimoni dan Review Pengguna Pongoshare  gambar 1

Setibanya di homepage setelah daftar, kita bisa langsung lihat barang barang yang cukup bagus dan cukup mudah dijual sesuai dengan kebutuhan kita sendiri maupun kebutuhan kerabat/saudara kita. Misalkan, kemarin temen aku lagi butuh banget kemeja santai buat acara. Terus aku cari kemeja santai disitu yang dari merchant Lazada, lalu aku kasih tracking linknya ke temenku. Kebetulan, seleranya pas sama temen aku, lalu dia beli. Nah, harga kemejanya 80 ribu, dan komisinya 10%. Saat aku cek saldo pongoshareku, aku sudah punya 8 Ribu Rupiah. Gila, beda banget sama MLM yang aku harus ngeluarin modal dll, disini aku cuma perlu kreativitas gimana caranya aku bisa bikin temen-temenku beli dari link yang aku kasih.

Bukan cuma ini sih taktik yang aku pake. Kemarin waktu aku lagi butuh tas ransel, aku cari sendiri di situ, dan aku juga ketemu ransel yang aku suka dan kebetulan merchantnya Lazada. Wah, disini aku juga dapet “Cashback” dari komisi yang aku dapatkan dari transaksi tersebut. Jadi. , belanja sendiri juga bisa jadi lebih irit setelah pakai ini. Bener-bener mudah sih.

Satu hal yang bikin aku kayak sangat merekomendasikan ke kalian untuk pakai pongoshare affiliate ini, jadi mereka pakai system cookie guys. Ada hari dimana aku cuma ngerasa kasih link gaming keyboard ke temenku yang lagi pengen beli, perkiraan komisinya tuh hanya sekitaran 20 Ribu. Tapi aku kaget di hari itu aku dapet komisi sampai 50 ribu di saldoku. Ternyata, saat itu lagi ada event flash sale 11.11 di Lazada, dan temenku banyak belanja barang barang lain, yang bikin barang barang tersebut masuk ke dalam kategori komisi cookie. Jadi, cookie itu ternyata akan ada 24 jam setelah link tracking dibuka. Kalau ada transaksi lain pada platform itu setelah tracking link dibuka, kita bisa dapet komisi lebih. Jadi, salah satu taktik aku “ngeracunin” barang bagus pakai tracking link waktu ada event event besar seperti 9.9,10.10, 11.11, bahkan valentine nih, karena memang saat itu lagi rame ramenya kan orang cari barang maupun hadiah.

Lalu, aku juga mau kasih tips bagus nih. Misalkan, kalian yang lagi ada event sekolahan mau bikin kaos kelas/kaos sekolah dalam jumlah banyak. Ini saatnya kalian manfaatkan tracking link ini guys! Jika kalian misalkan pesan 100 kaos pakai tracking link, kebayang dong komisi yang didapatkan berapa? Apa ini namanya kalian korupsi? Oh tidak pastinya, karena kalian tidak merugikan pihak manapun, adanya kalian yang untung!

Testimoni dan Review Pengguna Pongoshare  gambar 2

Fitur terakhir yang aku pakai dari Pongoshare adalah Windowshop. Ini fitur pendukung yang memungkinkan aku bisa taruh beberapa link produk rekomendasi sekaligus, walaupun cuma maksimum 10 sih. Tapi lumayan, karena followers aku ada kurang lebih 2000an di Instagram, waktu aku taruh windowshop ini di bio, pasti ada selalu transaksi yang membuahkan komisi dari fitur ini.

Jadi, over all aku sangat suka sama Pongoshare Affiliate ini. Sudah banyak banget bantu aku mendapatan komisi tanpa modal sedikitpun, dan setelah aku bergabung selama 6 bulan ini, aku kurang lebih sudah dapat 3 jutaan rupiah. Aku sangat menyarankan kalian untuk ikut mencoba platform ini!

 

 


Post komentar pertama

Post
Tidak ada komentar lagi